Pengertian, Penyusunan, Tujuan, Bentuk dan Contoh Rekonsiliasi Bank


Pengertian, Penyusunan, Tujuan, Bentuk dan Contoh Rekonsiliasi Bank

Apa yang dimaksud dengan Rekonsiliasi Bank?

Jawaban:

Yang dimaksud Rekonsiliasi bank adalah merupakan langkah-langkah untuk menjelaskan sebab-sebab terjadinya perbedaan antara catatan perusahaan dengan laporan bank, dan menentukan jumlah saldo rekening giro yang sesungguhnya pada suatu saat tertentu.

Salah satu cara pengendalian terhadap kas adalah perusahaan membuka hubungan dengan Bank yaitu dengan membuka rekening giro pada Bank tersebut. Setelah membuka rekening giro pada Bank tersebut maka perusahaan harus menyetor setiap penerimaan kasnya ke Bank pada hari itu juga atau pada awal hari berikutnya, sedangkan setiap pembayaran kas selalu dilakukan dengan cek.

Dengan adanya simpanan perusahaan pada rekening giro tersebut, maka setiap bulan bank akan mengirimkan laporan kepada perusahaan mengenai mutasi dan saldo rekening giro. Laporan bank tersebut disebut sebagai rekening koran (Bank Statement).


Bagaimana cara Pengendalian Kas dengan Rekonsiliasi Bank?

Jawaban:

Menurut Zaki Baridwan (1992 : 93), perbandingan antara catatan kas perusahaan dan saldo bank dilakukan dengan cara “Debit rekening kas dibandingkan dengan kredit catatan bank yang bisa dilihat dari laporan bank kolom penerimaan, dan kredit rekening kas dibandingkan dengan debit catatan bank yang bisa dilihat dari laporan bank kolom pengeluaran. Biasanya terdapat perbedaan antara saldo menurut catatan kas dengan saldo menurut laporan bank”.


Dari sudut pandangan Bank setiap rekening adalah “hutang” karena itu setiap tambahan atas suatu rekening dicatat disisi kredit. Menurut sudut pandang perusahaan pemegang rekening, rekening bank adalah aktiva dan setiap tambahan atas rekening bank oleh perusahaan dicatat di sisi debet dengan demikian jumlah sisi kredit yang dicatat oleh bank akan sama dengan jumlah sisi debet yang dicatat oleh pemegang giro. Pada rekening Kredit Modal Kerja adalah sebaliknya.


Apa yang dimaksud dengan rekening koran?

Jawaban:


Contoh Rekening Koran
Contoh Rekening Koran

Pengertian Rekening koran adalah laporan yang diberikan Bank setiap bulan kepada pemegang rekening Giro yang berisikan informasi tentang transaksi yang dilakukan oleh bank terhadap rekening tersebut selama satu bulan dan saldo Kas di Bank. Laporan ini sering dijadikan tumbal oleh akuntan untuk melindung keterlambatan mereka dalam menyusun laporan keuangan dan kita tahu laporan rekening koran dapat diterima diatas tanggal 15 setiap bulannya.

Apapun alasannya laporan keuangan suatu perusahaan adalah berdasarkan catatan yang dilakukan oleh perusahaan. Dan adanya perbedaan antara catatan yang dilakukan perusahaan dengan yang dilaporkan bank adalah masalah lain.


Apa bedanya Buku Tabungan biasa dengan Rekening koran?

JAwaban:

Rekening koran memuat hal yang sama dengan buku tabungan. Di dalamnya, sama-sama memuat mengenai tanggal dan sandi transaksi, mutasi debet, mutasi kredit, dan saldo. Bedanya adalah kalau buku tabungan dibuka untuk nasabah (deposan) perorangan, sedangkan rekening koran untuk nasabah corporate (entitas). Nasabah perorangan biasanya akan mendatangi bank bersangkutan untuk mencetak setiap transaksi bank yang terjadi ke dalam buku tabungan, sedangkan untuk nasabah corporate, biasanya rekening koran yang memuat transaksi bulanan akan dikirim langsung oleh bank ke nasabah bersangkutan. Khusus untuk rekening koran (laporan yang memuat rincian atas transaksi rekening giro), seluruh penarikan kas harus dilakukan dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Berbeda dengan buku tabungan (yang memuat rincian atas transaksi rekening tabungan), penarikan kas dapat dilakukan seperti biasanya (menggunakan slip penarikan) dan tidak menggunakan cek atau bilyet giro.

Dalam satu buku tabungan biasanya bisa menampung rincian transaksi dari beberapa periode (tergantung pada sedikit atau banyaknya transaksi bank yang terjadi). Jika seluruh halaman yang ada dalam buku tabungan telah terpakai, maka bank akan menggantinya dengan buku tabungan yang baru. Sedangkan rekening koran yang rutin dikirim oleh bank sifatnya bulanan. Setiap bulan, nasabah akan menerima rekening koran yang meringkas seluruh transaksi bank selama satu bulan terakhir. Sebagai contoh, rekening koran yang memuat transaksi bank selama bulan Januari baru akan diterima oleh organisasi di bulan februari, dan seterusnya.


Bagaimana Pencatatan Akuntansi Rekening Koran?

JAwaban:

Sistem akuntansi atau pencatatan yang ada dalam buku tabungan maupun rekening koran mewakili kepentingan bank. Perhatikanlah bahwa setiap setoran uang, kiriman uang masuk (baik sebagai hasil penagihan piutang wesel dari pelanggan maupun penerimaan pinjaman) serta pendapatan bunga akan dicatat oleh bank bersangkutan di sebelah kredit (pola kolom mutasi kredit), baik dalam buku tabungan maupun rekening koran. Ini artinya adalah bahwa setiap setoran yang dilakukan nasabah, kiriman uang masuk, maupun pendapatan bunga yang menjadi hak (milik) nasabah akan menambah jumlah kewajiban bank terhadap nasabah bersangkutan (ingat kembali bahwa kewajiban memiliki saldo normal atau akan bertambah di sebelah kredit), yang berarti juga saldo nasabah ikut bertambah. Bank biasanya akan menerbitkan nota kredit (credit memorandum) untuk transaksi-transaksi yang sifatnya menambah kewajiban bank terhadap nasabahnya.

Sebaliknya, bank akan menerbitkan nota debet (debit memorandum) untuk transaksi-transaksi yang sifatnya mengurangi kewajiban bank terhadap nasabahnya (mengurangi saldo nasabah), seperti penarikan uang, beban administrasi, pajak, dan cek yang dikembalikan karena tidak cukup dana. Pada waktu bank menerima setoran cek dari nasabahnya, maka bank akan menerbitkan nota kredit untuk nasabah yang bersangkutan, lalu apabila ternyata setoran cek tersebut tidak ada atau tidak cukup dananya, maka bank akan kembali menerbitkan nota debet atas nasabah bersangkutan untuk membatalkan nota kredit yang tadi.



Bagaimana hubungan antara Rekening koran dengan rekonsiliasi Bank?

JAwaban:

Setiap organisasi dalam penerimaan dan pengolahan dana yang diperoleh dari donor pasti berhubungan dengan bank sebagai tempat untuk menyimpan dana yang diperolehnya. Setiap transaksi penarikan dan penambahan dana pasti dicatat oleh pihak bank. Kadang dalam pencatatan di organisasi dan pihak bank mengalami selisih yang disebabkan oleh beberapa hal. Untuk itu pihak bank akan mengeluarkan rekening koran untuk melaporkan semua transaksi yang telah dilakukan oleh organisasi yang berkaitan dengan dana yang disimpan selama periode tertentu.

Setiap organisasi dalam penerimaan dan pengolahan dana yang diperoleh dari donor pasti berhubungan dengan bank sebagai tempat untuk menyimpan dana yang diperolehnya. Setiap transaksi penarikan dan penambahan dana pasti dicatat oleh pihak bank. Dalam rekening koran akan tampak saldo awal bulan (yang diambil dari saldo akhir bulan sebelumnya), mutasi debet, mutasi kredit, dan saldo akhir bulan (yang akan menjadi saldo awal bulan berikutnya). Dalam rekening koran juga biasanya memuat mengenai ringkasan transaksi.


Kenapa Perusahan perlu untuk menyusun Rekonsiliasi Bank?

JAwaban:

Penyusunan rekonsiliasi bank sangat diperlukan dalam sebuah perusahaan karena beberapa alasan yaitu:

  • a. Untuk mengetahui jumlah selisih saldo kas dari laporan bank yang saldo kasnya berbeda pada pembukuan perusahaan.
  • b. Untuk mengetahui sebab-sebab apa saja sehingga dapat terjadinya selisih saldo kas pada catatan bank dan perusahaan.
  • c. Cara agar kita dapat mengetahui saldo kas yang sama (benar) akibat dari perbedaan saldo kas yang terjadi karena perbedaan catatan antara catatan bank dan perusahaan.


Apa Penyebab terjadinya Perbedaan antara saldo kas menurut pencatatan perusahaan dengan laporan Bank?

Jawaban:

Hal-hal yang menimbulkan perbedaan antara saldo menurut catatan kas dengan saldo menurut laporan bank dapat digolongkan sebagai berikut :


1) Elemen-elemen yang oleh perusahaan sudah dicatat sebagai penerimaan uang tetapi belum dicatat oleh bank.
  • Contoh:
  • a. Setoran yang dikirimkan ke bank pada akhir bulan tetapi belum diterima oleh bank sampai bulan berikutnya (setoran dalam perjalanan/deposit in transit). 
    b. Setoran yang diterima oleh bank pada akhir bulan, tetapi dilaporkan sebagai setoran bulan berikutnya, karena laporan bank sudah terlanjur dibuat (setoran dalam perjalanan/deposit in transit).
     c. Uang tunai yang tidak disetorkan ke bank (cash on hand). d. Non Sufficient Check (NSC) yaitu cek yang tidak cukup dananya untuk diuangkan.
2) Elemen-elemen yang sudah dicatat sebagai penerimaan oleh bank tetapi belum dicatat oleh perusahaan.

  • Contoh:
  • a. Bunga yang diperhitungkan oleh bank terhadap simpanan, tetapi belum dicatat dalam buku perusahaan (jasa giro). 
    b. Penagihan wesel oleh bank, sudah dicatat oleh bank sebagai penerimaan tetapi perusahaan belum mencatatnya. 
    3) Elemen-elemen yang sudah dicatat oleh perusahaan sebagai pengeluaran tetapi bank mencatatnya sebagai pengeluaran.
      Contoh: a. Cek-cek yang beredar (outstanding cheque) yaitu cek yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan dan sudah dicatat sebagai pengeluaran kas tetapi oleh yang menerima belum diuangkan ke bank sehingga bank belum mencatatnya sebagai pengeluaran.
      b. Cek yang sudah ditulis dan sudah dicatat dalam jurnal pengeluaran uang tetapi ceknya belum diserahkan kepada yang dibayar maka cek tersebut belum merupakan pengeluaran oleh karena itu jurnal pengeluaran kas harus dikoreksi pada akhir periode (cheque on hand).
      4) Elemen-elemen yang sudah dicatat oleh bank sebagai pengeluaran tetapi belum dicatat oleh perusahaan.

      • Contoh:
      • a. Cek dari langganan yang ditolak oleh bank karena kosong tetapi belum dicatat oleh perusahaan. 
        b. Bunga yang diperhitungkan atas overdraft (saldo kredit kas) tetapi belum dicatat oleh perusahaan.
         c. Biaya jasa bank yang belum dicatat oleh perusahaan. 
      Selain keempat hal di atas, perbedaan antara saldo kas dengan saldo kas menurut laporan bank dapat terjadi akibat kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam catatan perusahaan maupun catatan bank. Untuk dapat membuat rekonsiliasi laporan bank maka kesalahan-kesalahan yang ada harus dikoreksi.


      Bagaimana Cara Membuat Rekonsiliasi Bank?

      Jawaban:

      Rekonsiliasi bank dapat dibuat dalam 2 macam cara yang berbeda :

      1. Rekonsiliasi Saldo Akhir, yang dapat dibuat dalam 2 bentuk :

      • a. Laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo yang benar.
      • b. Laporan rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas


      2. Rekonsiliasi saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir, yang bisa dibuat dalam 2 bentuk 

      • a. Laporan rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas (4 kolom)
      • b. Laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo yang benar (8 kolom).


      Apa saja Tahap Tahap yang harus dilalui untuk Membuat Rekensiliasi Bank?

      Jawaban:

      Terdapat tahap-tahap dalam membuat rekonsiliasi bank. Berikut ini adalah pos-pos yang tersaji dalam rekonsiliasi bank. Pos-pos itulah yang menyebabkan perbedaan-perbedaan antara saldo bank dan saldo pembukuan.

      Tahap-tahap penyusunan rekonsiliasi Bank:

      • 1. Mulailah dengan saldo yg tercantum dalam laporan bank dan dalam rekening Kas perusahaan (saldo per buku)
      • 2. Tambahkan atau kurangkan pada saldo per bank, hal-hal yg tercantum padapembukuan perusahaan tetapi tak tercantum dalam laporan bank.
        • Tambahkan setoran dalam perjalanan pada saldo per bank Kurangkan cek dalam perjalanan dari saldo per bank
        • 3. Tambahkan atau kurangkan pd saldo per buku, hal-hal yg tercantum dalam laporan bank tetapi tak tercantum dlm pembukuan perusahaan
          • Tambahkan pada saldo per buku: 
            (a) penerimaan kas langsung melalui bank
             (b) pendapatan bunga atas saldo giro di bank
             Kurangkan pada saldo per buku: 
            (a) biaya administrasi bank
             (b) biaya pencetakan cek 
            (c) pengurangan yg telah dilakukan oleh bank lainnya (misal pengurangan krn adanya pengambilan cek kosong atau cek yg telah lewat waktu)
          • 4. Hitunglah saldo per bank dan saldo per buku yg telah disesuaikan, saldo keduanya harus sama.
          • 5. Buatlah jurnal untuk setiap hal yang tercantum pd butir 3, yaitu hal yang tercantum pada sisi per buku dalam rekonsiliasi bank.
          • 6. Perbaiki semua kesalahan pembukuan perusahaan, & sampaikan pemberitahuan ke bank jika bank melakukan kesalahan.


          Apa saja Bentuk Bentuk Rekonsiliasi Bank?

          JAwaban:

          Rekonsiliasi kas bank dibedakan menjadi 2 bentuk yaitu :

          • Rekonsiliasi bank bentuk scontro
          • Rekonsiliasi bank bentuk stafel


          Bagaimana contoh Rekonsiliasi Bank Bentuk Scontro?

          Jawaban:

          PT Nusantara memiliki rekening giro di Bank Niaga. Pada akhir bulan Januari PT Nusantara menerima laporan dari Bank Niaga yang berisi informasi mengenai saldo awal bulan, pertambahan dan pengurangan yang telah dilakukan bank selama bulan Januari atas rekening giro PT Nusantara, dan saldo per 31 Januari. Menurut laporan bank tersebut, saldo giro PT Nusantara per 31 Januari adalah Rp. 5.388.480,00. Menurut pembukuan PT Nusantara, saldo rekening giro di Bank Niaga adalah Rp. 3.294.210,00. Setalah dilakukan pembandingan sesuai prosedur yang telah diuraikan di atas, ditemukan hal-hal sebagai berikut:
          1. Setoran tanggal 30 Januari sebesar Rp. 1.591.630,00 tidak tercantum dalam laporan bank.
          2. Bank telah melakukan kesalahan pembukuan, yaitu cek yang ditarik oleh PT Antara sebesar Rp. 100.00,00 (Nomor cek 656) telah dikurangkan pada rekening giro PT Nusantara.
          3. Lima lembar cek yang ditarik pada akhir bulan Januari tekah dicatat dalam jurnal penge-luaran kas oleh PT Nusantara, belum dibayar oleh bank:

          No. Cek
          Tanggal
          Jumlah
          337
          27 Jan
          Rp. 286.000,00
          338
          28 Jan
          Rp. 319.470,00
          339
          29 Jan
          Rp. 83.000,00
          340
          30 Jan
          Rp. 203.140,00
          341
          31 Jan
          Rp. 458.530,00

          1. Bank telah menerima pelunasan selembar wesel ditagih milih PT Nusantara sebesar Rp. 2.114.000,00 (termasuk didalamnya pendapatan bunga sebesar Rp. 214.000,00). Penerimaan pelunasan wesel ini belum dicatat dalam jurnal penerimaan kas oleh PT Nusantara.
          2. Laporan bank menunjukkan bahwa bank telah memberi bunga pada PT Nusantara se-besar Rp.28.010,00.
          3. Cek nomor 333 sebesar Rp. 150.000,00 yang dibayarkan kepada PT Bromo telah dica-tat dalam jurnal pengeluaran kas oleh PT Nusantara dengan jumlah Rp. 510.000,00, se-hingga saldo per buku menjadi terlalu rendah Rp. 360.00,00.
          4. Biaya administrasi bank bulan Januari adalah Rp. 14.250,00
          5. Laporan bank menunjukkan adanya pengembalian cek yang tidak cukup dananya (cek kosong) sebesar Rp. 52.000,00. Cek tersebut berasal dari PT Rosalina.

          Rekonsiliasi Bank
          PT NUSANTARA
          Laporan Rekonsiliasi Bank
          31 Januari 2015
          Per BANK
          (dalam Rp)
          Per BUKU
          (dalam Rp)
          Saldo Kas 31 Jan
          5.388.480
          Saldo Kas 31 Jan
          3.294.210
          Tambah:

          Tambah:

          1. Setoran dlm perjlnan 30 Jan
          1.591.630
          4. Penerimaan wesel via bank,

          2. Koreksi kesalahan bank – Cek

          masuk pend bunga Rp214.000
          2.114.000
          PT Antara telah didebit ke akun

          5. Pendapatan bunga bank
               28.010
          Perusahaan
           100.000
          6. Kesalahan pembukuan – cek


          7.080.110
          nomor  333 dibukukan terlalu

          Kurangi:

          Tinggi
             360.000
          3. Cek dalam peredaran:


          5.796.220
              No. 337    Rp286.000

          Kurangi:

              No. 338        319.470

          7. Biaya adm. bank          Rp14.250

              No. 339          83.000

          8. Cek kosong                      52.000

              No. 340        203.140


          (66.250)
              No. 341        458.530




          (1.350.140)


          Saldo Kas per Bank setlh disesuaikan
           5.729.970
          Saldo Kas per Buku setlh disesuaikan
          5.729.970

          Berdasarkan rekonsiliasi bank di atas, PT Nusantara perlu membuat jurnal penyesuaian ber-ikut (jurnal-jurnal diberi tanggal 31 Januari untuk mengoreksi saldo rekening Kas pada tanggal tersebut):
          Jan. 31 Kas…………………………………. 2.114.000,00
                           Piutang Wesel………….                                            1.900.000,00
                           Pendapatan Bunga…..                                        214.000,00
                     (Penerimaan wesel melalui bank)
          Jan. 31 Kas…………………………………… 28.010,00
                           Pendapatan Bunga …..                                               28.010,00
                      (Pendapatan bunga atas saldo giro)
          Jan. 31 Kas……………………………………. 360.000,00
                           Utang Dagang…………..                                           360.000,00
                      (Koreksi kesalahan cek no: 333)
          Jan. 31 Macam-macam Biaya………… 14.250,00
                           Kas……………………………...                               14.250,00
                    (Biaya administrasi bank)
          Jan. 31 Piutang Dagang………………….. 52.000,00
                           Kas……………………………….                             52.000,00
                     (Cek kosong yang dikembalikan oleh bank)

          Dalam hal pengembalian cek yang tidak cukup dananya (cek kosong), perusahaan harus membuat jurnal penyesuaian dengan mendebet rekening Piutang Dagang dan mengkredit rekening Kas.
           Hal ini dilakukan perusahaan dengan alasana sebagai berikut: Pada waktu perusahaan menerima cek dari PT Rosalina, perusahaan mencatat penerimaan cek tersebut dengan mendebet rekening Kas dan mengkredit Piutang Dagang. 
          Setelah perusahaan mendapat pemberitahuan (yang diterima bersama-sama dengan laporan bank) bahwa cek tersebut ternyata kosong, maka penerimaan kas menjadi batal. Oleh karena itu, PT Nusantara perlu mengkoreksi jurnal yang telah dibuatnya dengan mengkredit kembali rekening Piutang Dagang. 
          Apabila jurnal penyesuaian diatas dibukukan ke dalam rekening-rekening yang bersangkutan di buku besar, maka pembukuan PT Nusantara akan memberikan gambaran yang seharusnya.


          Bagaimana Cara Membuat Rekonsiliasi Bank bentuk stafel?

          JAwaban:

          Terdapat dua macam cara dalam rekonsiliasi bank ini yaitu:

          1) Laporan rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas (4 kolom). Dalam rekonsiliasi ini saldo rekening koran disesuaikan agar menjadi sama dengan saldo kas menurut perusahaan. Jadi dalam rekonsiliasi bank ini tidak bisa diketahui saldo yang benar dari saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir.

          Cara pembuatan rekonsiliasi bank 4 kolom ini sebagai berikut

          • Tentukan besarnya saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir menurut rekening koran dari bank pada suatu periode tertentu.
          • Saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir menurut rekening koran bank tersebut harus disesuaikan penyebabpenyebabnya agar sesuai dengan saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir menurut catatan kas perusahaan baik yang dicatat perusahaan tersebut benar ataupun salah.

          2) Laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo yang benar ( 8 kolom ). Dalam rekonsiliasi ini saldo rekening koran bank dan saldo catatan kas perusahaan yang meliputi saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir disesuaikan dengan penyebab-penyebabnya agar menjadi saldo awal, penerimaan, pengeluaran, dan saldo akhir yang benar.

          Cara pembuatan rekonsiliasi Bank 8 kolom ini sebagai berikut.

          • Tentukan besarnya saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir menurut rekening koran bank dan catatan kas perusahaan pada suatu periode tertentu.
          • Saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir menurut rekening koran bank dan catatan kas perusahaan disesuaikan dengan penyebab-penyebabnya agar menjadi saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir yang benar pada suatu periode tertentu.


          Contoh untuk penyusunan rekonsiliasi Bank 4 dan 8 kolom:




          Data untuk rekonsiliasi bank saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir sebagai berikut.
          Data dari laporan Bank:
          Saldo per 31 Oktober                                                              Rp 5.895,42
          Penerimaan bulan November                                                 Rp21.212,40 (+)
                                                                                                          Rp27.107,82
          Pengeluaran bulan November                                                 Rp24.128,10 (–)
          Saldo per 30 November                                                          Rp 2.979,72
          Data dari Rekening kas perusahaan:
          Saldo per 31 Oktober                                                              Rp 5.406,22
          Penerimaan bulan November                                                 Rp21.175,94 (+)
                                                                                                          Rp26.582,16
          Pengeluaran bulan November                                                 Rp24.029,67 (–)
          Saldo per 30 November                                                          Rp 2.552,49

          Data penyebab perbedaan adalah sebagai berikut.
                                                                                                 31 Oktober         30 November
          Setoran dalam perjalanan                                              Rp515,40           Rp658,50
          Check yang beredar                                                       Rp810,50           Rp703,83
          Biaya administrasi Bank                                                Rp 5,90              Rp 3,16
          Check kosong dari pihak luar yang
          diterima perusahaan                                                       Rp -                    Rp118,94
          Pengumpulan tagihan piutang atas nama
          Perusahaan oleh bank                                                    Rp200,00           Rp498,50
          Check dari perusahaan lain oleh Bank telah salah
          dibebankan pada rekening giro perusahaan                   Rp -                    Rp 12,50
          Kesalahan mencatat pengeluaran oleh perusahaan
          (seharusnya Rp46,00 telah dicatat Rp64,00)                 Rp -                    Rp 18,00

          Contoh Bentuk Rekonsiliasi Bank 4 Kolom


          Contoh Bentuk Rekonsiliasi Bank 4 Kolom

          Keterangan:

          Dalam rekonsiliasi 4 kolom ini tidak hanya saldo akhir saja yang dicocokkan, tetapi meliputi saldo awal, penerimaan, pengeluaran, dan saldo akhir menurut bank untuk dicocokkan dengan rekening kas perusahaan.

          Adapun urut-urutan pengerjaannya adalah sebagai berikut.

          1. Kita cantumkan dulu saldo per bank per 31 Oktober, penerimaan November, pengeluaran November dan saldo per bank 30 November sesuai dengan data yang terdapat pada laporan Bank (rekening koran).

          2. Setoran dalam perjalanan untuk:

          • Oktober (Rp515,40): sudah dicatat oleh perusahaan sebagai penambah saldo kas, tetapi bank belum mencatatnya di bulan Oktober, sehingga bank ikut ditambah pada saldo 31 Oktober tersebut. Setoran tersebut baru dicatat yang sebenarnya oleh Bank pada bulan November karena bank baru menerimanya di bulan November, sehingga setoran tersebut sudah termasuk dalam jumlah penerimaan November pada rekening koran, sedangkan perusahaan sendiri sudah tidak mencatatnya lagi di bulan November sebagai penerimaan. Agar sesuai dengan catatan perusahaan, maka penerimaan November di Bank akan dikurangi dengan setoran tersebut.
          • November (Rp658,50): sudah dicatat oleh perusahaan sebagai penerimaan bulan November, tetapi Bank belum, sehingga perlu ditambahkan sebagai penerimaan Bank di bulan November. Penerimaan November tersebut otomatis akan menambah saldo 30 November juga di Bank.

          Cek yang beredar untuk:

          • Oktober (Rp810,50): sudah dicatat sebagai pengeluaran yang mengurangi saldo bulan Oktober oleh perusahaan, tetapi pihak bank belum mencatatnya, sehingga saldo 31 Oktober Bank ikut dikurangi juga dengan cek yang beredar luas tersebut. Cek tersebut baru sampai di Bank pada bulan November sehingga bank sebenarnya baru mencatatnya sebagai pengeluaran di bulan November. Perusahaan tidak mencatatnya lagi sebagai pengeluaran November sehingga agar sesuai dengan perusahaan, maka pengeluaran November di Bank dikurangi dengan cek yang beredar untuk Oktober tersebut
          • November (Rp703,83): sudah dicatat oleh perusahaan sebagai pengeluaran bulan November, tetapi Bank belum mencatatnya, sehingga perlu ditambahkan sebagai pengeluaran Bank di bulan November. Dengan demikian saldo Bank 30 November ikut berkurang juga.

          3. Biaya Administrasi Bank untuk:

          • Oktober (Rp5,90): oleh Bank sudah dicatat secara pengurang saldo Oktober, tetapi perusahaan belum mencatatnya. Sebenarnya Bank sudah betul, tetapi supaya sesuai dengan saldo kas perusahaan, maka saldo 31 Oktober di Bank tersebut dikembalikan dengan menambahkannya lagi biaya administrasi Bank yang semula sudah dikurangi tersebut. Perusahaan baru mencatat biaya administrasi Bank tersebut sebagai pengeluaran untuk bulan November, sehingga saldo pengeluaran Bank pun ikut ditambah pula.
          • November (Rp3,16): Oleh bank sudah dicatat sebagai pengeluaran sehingga sudah termasuk dalam jumlah pengeluaran bulan November, tetapi perusahaan belum mencatatnya sebagai pengeluaran bulan November, sehingga Bank pun ikut dikurangi lagi jumlah pengeluaran di bulan November ini, dan akan menambah saldo bank pada 30 November.

          4. Cek kosong dari pihak luar untuk:

          • November (Rp118,94) : Bank tidak mencatatnya sebagai penerimaan karena cek tersebut tidak ada dananya, tetapi perusahaan telah mencatatnya sebagai penerimaan di bulan November. Sebenarnya yang dilakukan oleh bank sudah betul, tetapi agar sesuai dengan perusahaan, maka jumlah penerimaan November bank tersebut ikut ditambah dengan cek kosong tersebut, dengan demikian saldo 30 November di bank pun ikut ditambah juga.

          5. Pengumpulan tagihan piutang perusahaan oleh Bank untuk:

          • Oktober (Rp200,00): Bank sudah mencatatnya sebagai penambah saldo 31 Oktober bank tetapi perusahaan belum mencatatnya, sehingga agar sesuai dengan perusahaan, Bank mengurangi saldonya sebesar tagihan tersebut. Perusahaan baru mencatatnya di bulan November sebagai penerimaan, tetapi bank sudah tidak mencatatnya sebagai penerimaan di bulan November, tetapi agar sesuai dengan perusahaan, Bank menambahkan tagihan tersebut dalam penerimaan di bulan November.
          • November (Rp498,50): Bank sudah mencatatnya sebagai penerimaan bulan November, tetapi perusahaan belum mencatatnya. Agar sesuai dengan perusahaan, bank mengurangi jumlah penerimaannya di bulan November. Dengan demikian saldo November di Bank ikut berkurang juga.

          6. Cek dari perusahaan lain oleh Bank telah salah dibebankan atas rekening perusahaan untuk:

          • November (Rp12,50): Bank telah membuat kesalahan dengan mengurangi rekening kas perusahaan sehingga jumlah pengeluaran bank lebih besar dari yang seharusnya. Seharusnya yang dikurangi adalah rekening giro perusahaan lain yang mengeluarkan cek tersebut. Perusahaan sendiri tidak mencatatnya sebagai pengeluaran karena merasa tidak pernah mengeluarkan cek tersebut, sehingga agar sesuai dengan perusahaan, maka jumlah pengeluaran bank di bulan November perlu dikurangi sebesar kesalahan mencatat tersebut, yang akibatnya akan menambah saldo Bank 30 November.

          7. Kesalahan mencatat cek oleh perusahaan untuk:

          • November(Rp18,00): cek dicatat terlalu besar oleh perusahaan berarti jumlah pengeluaran perusahaan lebih besar dari yang seharusnya. Bank sudah mencatat cek tersebut dengan benar, tetapi agar sesuai dengan catatan perusahaan, maka pengeluaran November dari Bank ikut ditambah dengan kesalahan pencatatan cek tersebut sehingga saldo bank pada 30 November menjadi berkurang.

          Perubahan-perubahan atas saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir dari laporan bank tersebut bukan berarti bahwa bank benar-benar mengubahnya, karena pekerjaan rekonsiliasi tersebut dilakukan oleh perusahaan. Bank hanya melakukan perubahan dalam arti sebenarnya apabila terjadi kesalahan mencatat di pihaknya, yang dalam contoh tersebut adalah kesalahan pembebanan cek oleh Bank sebesar Rp12,50. Dalam rekonsiliasi Bank 4 kolom ini setiap kejadian yang menyangkut suatu kolom harus diimbangi dengan kolom yang lain.

          Apabila dalam rekonsiliasi Bank 4 kolom tersebut kita hanya menyesuaikan saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir dari laporan Bank dengan saldo rekening kas perusahaan, yang mana pihak bank tersebut akan menyesuaikan dengan cara pencatatan yang dilakukan oleh perusahaan, tetapi dalam rekonsiliasi Bank 8 kolom ini koreksi-koreksi hanya dilakukan pada pihak yang salah atau belum mencatat saja.

          Contoh Bentuk Rekonsiliasi Bank 8 Kolom



          Contoh Bentuk Rekonsiliasi Bank 8 Kolom

          Keterangan:

          Di sini penyebab-penyebab ketidaksamaan antara rekening kas perusahaan dengan laporan Bank dikoreksikan pada pihak yang salah atau belum mencatatnya. Perubahan pada suatu kolom harus diimbangi dengan perubahan dalam kolom yang lain.

          Adapun urutan-urutan mengerjakannya sebagai berikut.

          1. Kita cantumkan dulu saldo-saldo sebelum dikoreksi untuk saldo 31 Oktober, penerimaan November, Pengeluaran November, serta saldo 30 November baik untuk kas maupun Bank.

          2. Setoran dalam perjalanan untuk:

          • Oktober (Rp 515,40) : bank yang belum mencatatnya sehingga saldo 31 Oktober dari Bank perlu ditambah dengan Rp515,40. Tetapi Bank mencatatnya sebagai penerimaan November sehingga penerimaan Bank perlu dikurangi lagi sejumlah Rp 515,40 tersebut.
          • November (Rp658,50): Bank belum mencatatnya sebagai penerimaan di bulan November, sehingga perlu ditambahkan dalam penerimaan November, dengan demikian saldo 30 November pun ikut bertambah sebesar Rp658,50.

          3. Cek yang beredar untuk:

          • Oktober (Rp810,50): Bank yang belum mencatatnya sebagai pengurang saldo Bank 31 Oktober sehingga saldo tersebut perlu dikurangi dengan Rp810,50. Bank justru mencatatnya sebagai pengeluaran bulan November, hal ini tidak benar, sehingga jumlah pengeluaran November ini perlu dikurangi juga dengan Rp810,50.
          • November (Rp703,83): Bank belum mencatatnya sebagai pengeluaran bulan November, sehingga jumlah pengeluaran November perlu ditambah dengan Rp703,83 tersebut. Dengan demikian saldo 30 November perlu dikurangi dengan Rp703,83.

          4. Biaya Administrasi Bank untuk:

          • Oktober (Rp5,90): Perusahaan belum mencatatnya sebagai pengeluaran dan pengurang saldo 31 Oktober, sehingga saldo kas perusahaan 31 Oktober perlu dikurangi sebesar Rp5,90. Perusahaan baru mencatatnya sebagai pengeluaran di bulan November hal mana tidak benar, sehingga jumlah pengeluaran perusahaan untuk bulan November perlu dikurangi juga dengan Rp5,90.
          • November (Rp3,16): Perusahaan belum mencatatnya sebagai pengeluaran di bulan November, sehingga jumlah pengeluaran perusahaan tersebut perlu ditambah dengan Rp3,16. Dengan demikian saldo kas pada 30 November otomatis ikut berkurang juga dengan Rp 3,16.

          5. Cek kosong dari pihak luar yang diterima perusahaan untuk:

          • November (Rp118,94): Perusahaan sudah terlanjur mencatatnya sebagai penerimaan November, sehingga jumlah penerimaan tersebut perlu dikurangi lagi dengan Rp118,94 karena cek tersebut tidak ada dananya lagi di bank. Dengan demikian saldo kas 30 November pun ikut dikurangi juga dengan Rp118,94

          6. Pengumpulan tagihan piutang perusahaan oleh Bank untuk:

          • Oktober (Rp200,00): Perusahaan belum mencatatnya sebagai penerimaan yang menambah saldo 31 Oktober. Oleh karena itu perusahaan perlu menambah saldo 31 Oktober tersebut dengan Rp200,00. Tetapi perusahaan justru mencatatnya sebagai penerimaan November, yang mana hal tersebut tidak benar, sehingga jumlah penerimaan kas perusahaan di bulan November tersebut perlu dikurangi Rp200,00.
          • November (Rp498,50): Perusahaan belum mencatatnya sebagai penerimaan November sehingga jumlah penerimaan kas perusahaan di bulan November tersebut perlu ditambah dengan Rp 498,50 yang sekaligus akan menambah saldo kas perusahaan pada 30 November.

          7. Cek dari perusahaan lain oleh Bank telah dibebankan atas rekening perusahaan untuk:

          • November (Rp12,50): Bank telah salah mencatat cek tersebut sebagai pengeluaran, sehingga jumlah pengeluaran Bank untuk November tersebut perlu dikurangi dengan Rp12,50. Pengurangan atas pengeluaran Bank tersebut akan menyebabkan bertambahnya saldo Bank pada 30 November.

          8. Kesalahan mencatat cek oleh perusahaan (seharusnya Rp46,00 telah dicatat Rp 64,00) untuk:

          • November (Rp18,00): Perusahaan telah mencatat pengeluaran untuk November tersebut terlalu besar Rp18,00 daripada yang seharusnya, sehingga pengeluaran November untuk perusahaan perlu dikurangi dengan Rp 18,00. Hal tersebut akan menimbulkan pertambahan saldo kas pada 30 November.
          Sumber Catatan:

          COMMENTS

          Name

          Akuntansi,9,auditing,1,Bank,1,Bisnis,2,Forex,2,Kas,2,kepemimpinan,1,Manajemen,3,Peluang Bisnis,2,Pengantar akuntansi,4,Sistem Informasi Akuntansi,1,support resistance,1,
          ltr
          item
          Catatanlogi: Pengertian, Penyusunan, Tujuan, Bentuk dan Contoh Rekonsiliasi Bank
          Pengertian, Penyusunan, Tujuan, Bentuk dan Contoh Rekonsiliasi Bank
          Pengertian, Penyusunan, Tujuan, Bentuk dan Contoh Rekonsiliasi Bank, Rekonsiliasi Bank 4 kolom, Rekonsiliasi Bank 8 Kolong, Rekening Koran Adalah
          https://1.bp.blogspot.com/-AKCQxnLXJAQ/XfOdf7GmEqI/AAAAAAAAXvY/kwhBrcNP2qoRIGkMQWatMNaNqNbfo23xgCLcBGAsYHQ/s1600/rekonsiliasi%2Bbank.jpg
          https://1.bp.blogspot.com/-AKCQxnLXJAQ/XfOdf7GmEqI/AAAAAAAAXvY/kwhBrcNP2qoRIGkMQWatMNaNqNbfo23xgCLcBGAsYHQ/s72-c/rekonsiliasi%2Bbank.jpg
          Catatanlogi
          https://www.catatanlogi.xyz/2019/12/rekonsiliasi-bank.html
          https://www.catatanlogi.xyz/
          https://www.catatanlogi.xyz/
          https://www.catatanlogi.xyz/2019/12/rekonsiliasi-bank.html
          true
          6861087664630502570
          UTF-8
          Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy